Kamis, 27 Desember 2012

MANAJEMEN KABAR BURUNG


Nov 23, '07 10:09 AM
untuk semuanya


























"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu"

Saya berlindung kepada Allah SWT bila ada kesalahan dalam memahami ayat diatas.

Allah perintahkan kita untuk meneliti kebenaran suatu berita. Dalam ayat tersebut disebutkan ”jika datang kepadamu orang fasik”.  Kalau yang membawa berita itu memang sudah dikenal sebagai orang yang fasik, maka jelas kita harus meneliti kebenaran beritanya. Meskipun objek yang dijadikan berita tersebut adalah non muslim, kita sebagai muslim yang baik tetap harus menelitinya, karena yang membawa berita adalah orang yang fasik. Terlebih lagi bila berita tersebut berkenaan dengan tuduhan kejelekan atau keburukan seorang muslim atau suatu komunitas muslim tertentu.

Bagaimana kita tahu seorang itu fasik atau bukan  jika kita tidak mengenal orang yang membawa berita tersebut? Apalagi pada zaman sekarang dimana informasi demikian mudah dan melimpah. Melalui internet kita bisa membaca berita atau tuduhan dari seseorang yang tidak kita kenal?

Bila berita tersebut berisi tentang kejelekan, keburukan, aib seseorang, baik dia Muslim atau non Muslim, maka sangat tidak terhormat bila kita sebagai seorang Muslim akan menerima mentah-mentah berita kejelekan tersebut. Apalagi bila hal itu ditujukan kepada sesama muslim. (Ingat surat An-Nahl 125 : Hanya Allah SWT yang tahu siapa yang sesat dan siapa yang dapat petunjuk). Hal demikian agar kita tidak terjerumus kedalam fitnah atau malah ikut menjadi  sumber penyebar fitnah.

Untuk itu bila kita menerima berita kejelekan atau aib seseorang, maka Allah perintahkan untuk meneliti kebenaran berita itu. Istilah sekarang adalah Check and Recheck. Mengapa? Agar supaya kita tidak menimpakan musibah kepada objek penerima tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya.  Bila setelah dilakukan check dan recheck (tabayyun) akan kebenaran berita itu dan ternyata berita tersebut adalah bohong, maka jelas bahwa pembawa berita itu tergolong orang yang fasik. Na’udzubillah, tsumma na’udzubillahi min dzalik.

Mari apabila kita melihat ada kezaliman seseorang terhadap orang lain, maka kita wajib menolong orang yang mendzalimi dan juga menolong orang yang didzalimi. Sesama Muslim adalah bersaudara. Haram darahnya, Haram kehormatannya dan Haram Hartanya. Ini adalah sekedar nasehat.

ALANGKAH INDAHNYA AGAMAKU


Oct 31, '07 5:16 AM
untuk semuanya
Adzan Maghrib berkumandang. Aku melangkah menuju mushalla memenuhi panggilan-Nya. Tepat di depan rumah tetangga sebelah yang dikontrakkan, seorang wanita paruh baya membuka pintu pagar. Dua tangannya mengangkat nampan bambu. Diatas nampan tersusun rapi beberapa wadah-wadah kecil terbuat dari anyaman janur kuning. Tubuh wanita itu atletis. Sekelebat aku berpikir wanita tersebut akan menghantarkan ketan kuning sebagaimana orang Aceh bila memiliki hajat tertentu seperti menempati rumah baru atau melahirkan anak. Semacam pemberitahuan kepada tetangga akan kehadiran warga baru di lingkungan tersebut.

Yang membuat aku terhenyak adalah bahwa wanita itu bukan orang Aceh, bukan wajah Indonesia. Wanita asing berkulit putih. WNA. Otakku bekerja cepat dengan berbagai prasangka melintas silih berganti. Orang barat mau melakukan tradisi masyarakat Aceh memperkenalkan diri ke tetangga dengan membagikan ketan kuning! Ketan itu diletakkan dalam wadah anyaman janur kuning. Indah sekali! Tidak seperti kebiasaan masyarakat Aceh yang cukup membungkus ketan kuning dengan daun pisang. Luar biasa wanita bule ini dalam menghargai tradisi budaya masyarakat setempat.

Aku menatap sepintas mencoba memberi senyuman sebagai isyarat perkenalan seorang tetangga. Namun dia tidak terusik dengan kehadiranku. Romannya tenang, asyik dengan apa yang dia lakukan. Membuka daun pintu pagar, berjalan miring agar nampannya tidak menabrak ujung pintu satunya yang masih tertutup.

Dia sudah diluar pagar sewaktu langkahku sudah melewati panjangnya pintu pagar. Rasa penasaran makin mengusik, aku menoleh ke belakang memastikan apa isi wadah yang indah dan kemana mau dibawa pada senja menjelang gelap ini. Oh… keduakalinya aku terperangah. Tepat di tengah pintu pagar di ujung daun pintu yang masih menutup dia merendahkan tubuhnya. Menekuk lutut, duduk setengah bersimpuh menempelkan ujung lutut ke tanah. Nampan ditaruh di tanah. Dipindahnya sebuah wadah, khusyu, pelan diletakan ke tanah. Isi wadah itu bukan ketan kuning. Sejumput mawar, melati dan beberapa bunga atau daun. Tangannya meraih semacam lidi. Dibakarnya ujungnya. Asap putih kecil membumbung ke atas tak terputus. Hio.

Kembali otakku bekerja cepat dan cepat sekali, berkelebat silih-berganti, seiring langkahku menuju mushalla. Di Aceh – wanita bule – upacara hindu – bule Bali – sembahyang – memuja sesuatu – orang Barat – rasional – sesaji – di Aceh dstnya.

Kembali aku menoleh. Wanita itu sudah menutup pintu pagarnya kembali. Kemana dia? Dimana wadah-wadah itu akan diletakkan? Didepan pintu utama, di garasi, belakang rumah, sudut-sudut rumah? Untuk menjaga rumah dan penghuninya dari gangguan? Agar sesuatu itu menjaganya?

Stereotip orang Barat itu rasional, materialistis, empiris. Sementara dia meyakini ada hubungan transendental antara yang real dengan yang mistis. Antara yang nyata dengan yang gaib. Antara manusia dengan sesuatu yang menguasainya. Relasi itu terhubung melalui mediasi janur, bunga, hio dan lokasi tertentu. Bagaimana manusia dapat menentukan media perantara yang tepat untuk menjalin hubungan dengan sesuatu tadi?

Aku sudah masuk mushalla. Ada keinginan menjumpai wanita itu. Kuajak menggunakan akal, diskusi. Mengapa ritualitas religi kepada yang tidak kasat mata-kulit-telinga, kepada penguasa alam-semesta harus melalui mediasi bunga, janur, hio dll?

Iqamah berkumandang, sholat maghrib berjamaah dimulai. Sebentar aku dapat konsentrasi dengan bacaanku, sebentar aku terusik fenomena tadi. Kucoba menkhusyulan sholat, otakku mengajak berfikir bagaimana cara menemui wanita tadi, memperkenalkan diri, membuka diskusi. Kutartilkan bacaan, kuresapkan makna-makna do’aku. Bertemu dia, berarti diskusi agama dalam bahasa Inggris? Lebih sulit dibanding dialog sehari-hari. Diskusi agama dalam bahasa Indonesia saja perlu mengatur kata dan kalimat yang tepat. Asyhaduallaa ilaaha illallah, aku masih sholat. Ya Allah ampuni aku.

Do’a sesudah sholat kupanjatkan, kulantunkan satu-satu. Tapi, bagaimana dalam diskusi nanti aku harus menyampaikan ayat-ayat Al-Quran dalam bahasa Inggris? Kasihan wanita rasionil tadi. Afalaa tadzakkaruun. Apa tidak menggunakan rasionya?

Ya Allah, agama yang Engkau turunkan sangat indah. Aku bisa langsung berkomunikasi dengan diri-MU. Tidak perlu perantara, tidak perlu lambang-lambang. Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika. Ya Allah, tolonglah aku untuk tetap berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-MU dan untuk memperbagus ibadahku kepada-MU.

Sholat sunah rawatib aku kerjakan. Kembali dia berkelebat. Kalau aku bisa menjelaskan kepada wanita bule tentang Islam, ayat-ayat Al-Qur’an, dalam bahasa Inggris yang tepat, aku akan mengembalikan rasionalitasnya. Agamaku sangat rasional, sangat-sangat masuk akal. Attahiyatulillah. Washshalawaatu ……. Ya Allah aku sedang sholat, aku sedang menghadap kepada-MU. Khusyukan, khusyukkan ya Allah.

Melangkah kembali ke rumah.. Bayangan wanita itu melekat dalam sel-sel memoriku, mengganggu sholatku. Anehnya aku puas. Terbuka terang benderang. Agamaku sangat indah. Agamaku tidak mengenal perantara. Allah membuka pintu-Nya bagi siapa yang ingin berkomunikasi dengan diri-Nya. Silakan lakukan itu tanpa melalui perantara, tanpa melalui ulama, tanpa melalui kuburannya, tanpa melalui imam, ustad, bahkan tanpa melalui Rasul-Nya. Tidak.

Konon lagi harus melalui makhluk-Nya yang lain, dengan sesaji hewan, sesaji bunga, pohon, batu yang mereka itu derajatnya lebih rendah dari manusia. Mereka itu sebentar saja layu, kuning, kering dan mati kembali ke tanah. Dimakan binatang lain, diisap akar pohon yang lain. Begitu berulang-ulang. Indah sekali agama yang Engkau turunkan ya Allah. Mulia sekali syariat-syariat yang Engkau ciptakan untuk kami. Bahkan Engkau melarang kami untuk menghina sesembahan-sesembahan mereka.

WA LAA TASUBBULLADZIINA YAD’UUNA MINDUUNILLAHI FAYASUBBULLAHA ‘ADWAN BIGHAIRI ‘ILMIN.

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah; karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” [AL-AN’AM 6:108]

Terimakasih ya Allah. Indah sekali semua ini.

Conten Multiplyku


SENTHONGJun 16, 2012
SEPARO PERTAMA DAN SEPARO KEDUA DALAM IMAN Iman terbagi dua, separo dalam sabar dan separo dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi) Dalam kehidupan keseharian ada dua hal yang senantiasa menyertai hidup manusia yaitu pertama, berupa cobaan/uijian... lagi
Sebelumnya blog entri:
Jun 7-TENTANG FIISABILILLAH dalam AT TAUBAH 60
Jun 7-ZAKAT DAN SEDEKAH
Apr 28-Catatan ngaji, Makamhahi, 31 Juli 2010
Favorit saya:
Jan 22-SYAIR TERJEMAH : WE WILL NOT GO DOWN
Jan 20-KESAN SINGKAT PIDATO OBAMA
Jan 20-MENUNGGU KAYA UNTUK BERDAKWAH?
Jan 13-HIDUP YANG QONA'AH
Jan 12-TRANSMIGRAN JANTHO INSYA ALLAH ISTIQOMAH
Jan 11-ISRAEL, AMERIKA ATAU TETANGGA MUSLIM ITUKAH YANG MENDAPAT LAKNAT?
Dec 27-PEMBELA-PEMBELA KEBENARAN
Dec 10-HIKMAH IBADAH QURBAN
Dec 3-Sang Penyesat : MASLOW
Dec 2-GEMES
Nov 18-SOLO BANJIR BESAR PASCA JEMANI
Nov 17-TAHUN 2030-2040 KITA PINDAH KE MARS . MAU?
Nov 16-POHON SURGA dan BURUNG ABABIL
Nov 5-RAME RAME KOREKSI YUK. MAU?
Nov 4-TERBUKTI, TELEVISI TAK MEMULIHKAN STRESS
Nov 2-RUU PRONOGRAFI : TAK PERLU MULUK-MULUK
Nov 1-Rahasia umur sapi, monyet, anjing, & manusia
Oct 23-MEMBUDAYAKAN SALING MENEGUR
Oct 23-HERMENEUTIKA NODAI TAFSIR AL-QURAN
Oct 23-4 Tahap Cara Mengusir Antivirus Gadungan
Oct 23-SanDisk Kembangkan USB Bebas Virus
Oct 16-YANG MANA YANG LIBERAL
Oct 15-BAHAYA HERMENEUTIKA Dalam Studi Tafsir Al-Qur’an
Oct 15-TAYANGAN TV HAMPIR SEMUANYA MERUSAK
Oct 15-Menyembuhkan Ketagihan Nonton TV Over Dosis
Oct 13-MENGHINDARI BERLEBIHAN DAN MENUMBUHKAN KEDERMAWANAN
Oct 9-SYAWAL..... TANCAP GAS......
Sep 29-MUI MELARANG AKHMADIYAH SHOLAT IEDUL FITRI
Sep 16-Safari Ramadhan-12 : PASUTRI BERCUMBU SEWAKTU BERPUASA
Sep 9-Pengajian Ayodya : Nabi Ibrahim vs Raja Namrud
Sep 8-Safari Ramadhan-11 : SHOLAT SUNNAH WITIR DAN SHOLAT IFTITAH
Sep 8-Safari Ramdhan -10 : SHOLAT TARAWIH (2) DAN SHALAT TAHAJJUD
Sep 8-Safari Ramadhan-9 : SHALAT LAIL : SHALAT TARAWIH (1)
Sep 8-Safari Ramadhan-8 : DO'A BERBUKA PUASA
Sep 2-Safari Ramadhan-7 : ADAB BERBUKA, DO'A BERBUKA, DO'A SEBELUM MAKAN DAN BILA LUPA BERDOA
Sep 2-Safari Ramadhan-6 : SAHUR : Pengertian, Hikmah dan Keraguan tentang waktu sahur
Sep 2-Safari Ramadhan-5 : BOLEH TIDAK PUASA TAPI MENGGANTI FIDYAH, WAJIB TIDAK PUASA TAPI MENGGANTI PUASA
Sep 2-Safari Ramadhan-4 : Batal Puasa, Boleh Tidak Puasa, Batas Waktu Mengganti
Aug 27-Safari Ramadhan-3 : HUKUM PUASA DAN YANG WAJIB MENJALANKAN PUASA
Aug 27-Safari Ramadhan-2 : PENGERTIAN ASH-SHIYAM (PUASA)
Aug 27-Safari Ramadhan 1 : PUASA DAN SYIRIK
Aug 26-Aa Gym tidak mengharamkan Ahmadiyah?
Aug 15-Kalender Hijriah
Aug 6-USTAD ABU BAKAR BA'ASYIR MENYIAPKAN ORGANISASI BARU
Aug 4-AKSI PEMBUBARAN AKHMADIYAH JANGAN HANYA BERHENTI DI SOLO
Aug 2-JODOHMU BELUM TENTU ISTRI/SUAMIMU. ISTRI/SUAMIMU BELUM TENTU JODOHMU
Aug 1-Pengajian Akbar 3 Agustus di Solo
Jul 8-TAWASSAW DARI HAJI ERIC
Jun 25-TUGAS PASCA RAMADHAN
Jun 23-HADATS KECIL DAN MEMBACA/MENYENTUH AL-QURAN
Jun 20-MEMPERCEPAT BROWSER FIREFOX
Jun 20-INFO SYMANTEX
Jun 20-MEMBACA SERTA MENYENTUH AL-QUR’AN : Bagi Wanita Haid/Nifas
Jun 18-YANG BISA MENDAMAIKAN ITU HATIMU
Jun 17-Ngimpi-4 : tanggapan ngimpi-3
Jun 17-Ngimpi-3 : Tanggapan ngimpi-2
Jun 17-Mempercantik Tampilan Windows
Jun 16-Cari Kata Terpopuler via Google
Jun 16-VISTA OR XP ??
Jun 16-Hati-hati email sampah
Jun 15-MEMBACA SERTA MENYENTUH AL-QUR’AN : Bagi Orang Yang Junub
Jun 14-Liberal Kapitalisme Indonesia
Jun 11-Ngimpi-2 : Tanggapan Ngimpi-1
Jun 11-Ngimpi-1
Jun 3-Game Sintesa Protein
Jun 2-Spammer Yahoo Digugat
Jun 1-Hijaab di Amerika
May 23-Sejarah IC
May 23-Cyberlink DVD Suite
May 22-HARDIDSK BERBASIS FLASH MEMORY
May 20-SUDAH MUSLIMKAH SAYA?
May 20-Pengamanan Dasar Jaringan
May 15-Sang hacker : KEVIN MITNICK
May 13-BAHAGIA DENGAN ALLAH SWT
May 7-Ayat-Ayat Fitna oleh M. Quraish Shihab
May 6-SIR G.BERNARD SHAW & M.H. HARD : Bicara tentang Islam
May 4-Ngaji mta-online.com : Di Balik Tirai Kehidupan Part (2 Final)
Apr 28-SMS ANAKKU : "ULTAH DIK DAM"
Apr 28-Pengajian Punge : TENTANG KHAMAR DAN JUDI
Apr 24-Mahatma Gandi dan Enciclopedia Britannica
Apr 18-Di Balik Tirai Kehidupan (Part 1)
Apr 15-Bagian ketiga dari : TAQWA ITU DISINI
Apr 15-PERBEDAAN PENDAPAT ADALAH RAHMAT
Mar 31-Bagian ke-2 dari : TAQWA ITU DISINI
Mar 28-PENGAKUAN MANTAN BIARAWATI
Mar 28-MENINGGALKAN TAHLILAN, SIAPA TAKUT?
Mar 25-Bagian ke-1 dari : TAQWA ITU DISINI
Mar 25-Pengajian Pune, 10 Maret 2008 : Jiwa yang Seimbang
Mar 14-ENDLESS BLESSINGS
Mar 4-GARY MILLER (kisah seorang pedagang)
Mar 4-TRUE STORY (email seorang sahabat)
Mar 1-Maurice and Zaghloul
Feb 20-JAMES MICHENER
Feb 20-JAMES MICHENER
Feb 20-Al-Muddatstsir
Feb 20-KISAH SEORANG PENDO'A
Feb 18-Sir George Bernard Shaw
Feb 16-NAPOLEON BONAPARTE
Feb 15-Gary Miller
Feb 9-BARISAN MEREKA YANG BERIMAN - KE II
Feb 7-BARISAN MEREKA YANG BERIMAN - KE I
Feb 4-HAI ORANG YANG ASIK BERANGAN-ANGAN
Feb 2-HADIS TENTANG MENUNTUT ILMU
Feb 2-SEBAB-SEBAB TIMBULNYA HADIS PALSU
Jan 11-FOKUS DIRI KE AKHERAT
Dec 26-Berharap Cahaya Allah
Dec 26-??? Arab Saudi Bikin Masalah Lagi
Dec 21-Sholat Iedul Adha 10 Dzulhijah 2007 di Banda Aceh
Nov 30-15 PERKARA BUKTI KEIMANAN
Nov 28-Sahabat, Kita Bersaudara
Nov 23-Manajemen Kabar Burung
Oct 31-ALANGKAH INDAHNYA AGAMAKU
Oct 31-PUNCAK PENGHAMBAAN
http://maxson1962.multiply.com/

Jumat, 14 Desember 2012

DENGAN SEBENAR-BENAR JIHAD


Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.DIA TELAH MEMILIH KAMU.Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan.
[Al-Hajj 22:78]

Allah SWT menyatakan bila kamu masuk agama Islam maka sekali-kali agama ini tidak akan membuat kamu sempit. Artinya bahwa seorang muslim akan merasa lapang,bahagia, tentram, damai dstnya. Itulah janji Allah SWT.

Konsekwensi orang yang menyatakan diri sebagai seorang muslim adalah mengimani Allah yang berarti menjalankan perintah dan larangan Allah. Seorang muslim juga mengimani Rasulullah Muhammad SAW yang berarti dia siap mencontoh-teladani kehidupan rasulullah. Kemudian seorang muslim juga mengimani kitab suci Al-Qur’an yang berarti dia harus membaca, mempelajari dan mengamalkan apa isi dari kitab tersebut.

Kita yakin bahwa Allah itu Ar-Rahman, Ar-Rahim dan yakin bahwa janji Allah itu adalah benar. Salah satu janjinya adalah ”Sekali-kali tidaklah Allah menjadikan kamu dalam beragama Islam itu suatu kehidupan yang sempit” sebagaimana ayat tersebut di atas.

Namun dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar bahwa untuk melaksanakan syariat Allah itu terasa sulit. Agama Islam seakan telah menjerat dirinya sehingga tidak bebas melakukan apa yang diinginkan atau disenangi untuk melakukan atau mendapatkannya. Mengapa ada sebagian saudara Muslim kita yang berprasangka demikian?

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Dan Allah membiarkan sesat dengan ilmunya. Dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan membuat penglihatannya ditutup. [Al-Jatsiyah 45:23]

Allah menjelaskan bahwa penyebab kesempitan hidup itu adalah bila seseorang mengaku sebagai Muslim tapi masih mendahulukan hawa nafsunya daripada tuntunan Allah.  Mengumbar nafsu keinginan duniawi yang secara fisik duniawi itu lebih nyata, lebih terasa dan dapat diperoleh seketika dibanding akherat. Secara ringkas dikatakan telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, sehingga tertutuplah pendengaran, hati dan penglihatan. Dengan tertutupnya ketiga instrumen tsb, seseorang tidak menyadari bahwa apa yang diperoleh secara fisik (duniawi) itu sifatnya sementara, tidak kekal. Tidak menyadari bahwa kecintaannya terhadap duniawi itu pada satu titik tertentu akan membosankan karena ada fasilitas2 fisik lain yang lebih baru, lebih menyenangkan, lebih canggih.

Kecintaannya kepada kendaraan, perabot rumah tangga, pakaian, dan hal-hal duniawi lainnya ternyata hanya sementara. Apabila telah muncul kendaraan yang lebih canggih, perabot yang lebih indah, pakaian yang lebih modis, maka dengan gampang dia buang kecintaan yang lalu, berubah pada kecintaan yang baru.

Seseorang yang mengaku dirinya Muslim tapi masih mempertuhankan hawa nafsu, pada gilirannya akan mengambil sebagian syariat yang menyenangkan dan membuang yang tidak menyenangkan.

... Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. [AL-BAQARAH 2:85] . .... kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya,.... [AL-AN’AM 6:91]

Padahal ukuran senang atau tidak senang, cocok atau tidak cocok, menjadi bersifat subyektif sebab diukur dengan ukuran diri pribadi atau diukur menurut hawa-nafsunya.

Kesadaran Muslim

Seorang yang telah menyatakan dirinya Muslim sudah semestinya ke-Muslim-annya itu bukan karena ikut arus tapi benar-benar timbul dari hati sanubarinya, muncul dari akal sehatnya. Sehingga Muslim yang baik akan senantiasa berpedoman kepada perintah dan larangan Allah dalam mengisi hari-harinya. Muslim yang baik akan mengkhusyukkan diri mendalami Al-Qur’an dan As-Sunah. Karena dalam kedua kitab tersebut tercantum pedoman hidup dalam berhubungan dengan Allah (Hablum minAllah), berhubungan dengan sesama manusia (Hablum minannaas) dan perlu ditambah lagi hubungan yang jarang (kalau boleh dikatakan tidak pernah) disebut yaitu berhubungan dengan alam semesta (Hablum minassamaa’i wal ardhi).

Segala aktifitas hidupnya hanya semata-mata mengharapkan keridho’an Allah SWT. Ikhlas, ridho, berserah diri terhadap segala huum dan ketetapan Allah dan Rasul-Nya.

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [Al-Ahzab 33:36]

Dalam rangka mengamalkan ayat diatas, seorang Muslim yang baik akan bersungguh hati menggerakkan segenap aktifitas hidupnya semaksimal mungkin untuk hanya dan hanya berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

Jihad adalah perbuatan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati mengerahkan kemampuannya. Baik kemampuan fisik maupun kemampuan rohani serta kemampuan pikir dan kemampuan organisasi. Segala daya upaya dikerahkan semaksimalnya pada jalan Allah. Sedemikian pentingnya jihad ini sehingga Allah menambah dengan kata-kata haqqan jihaadihi – dengan sebenar-benar jihad. Artinya bahwa pengerahan segenap kemampuan tersebut bukan ditujukan kepada hal-hal duniawi tapi semata-mata dalam rangka mengharap ridho Allah SWT. Bukan karena untuk pamer (riya’), popularitas, mengharap harta, wanita maupun tahta.

Dengan membuang jauh-jauh keinginan pamer, popularitas, harta, wanita dan tahta maka masih adakah ruang kesempitan  dalam agama Islam? Masih adakah rasa takut, gengsi, sungkan, malu untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,  bila seorang Muslim yang baik sudah sampai pada tataran berjihad dengan sebesar-besar jihad?

Semua yang dihadapi di dunia ini menjadi ringan, luas, lega, mempesona. Tak ada rasa sempit menyesak dada tanpa obat pereda. Tak ada beban yang menelikung badan tanpa penyangga.  Tak akan mundur menebar kebenaran walau orang mencela. Tarian seorang Muslim tetap dalam koridor Allah dan Rasul-Nya, adalah langkah kemenangan, kebahagiaan, keberuntungan. Bukan hanya keberuntungan duniawi, tapi Allah SWT menambahnya dengan keberuntungan di akherat kelak. Subhanallah.

Maka janji Allah SWT bila seorang Muslim yang baik telah berjihad dengan sebenar-benar jihad adalah huwajtabaakum, Dia(Allah) telah memilih kamu. Bila Allah sudah memilih kita adakah agama ini terasa sempit?. Sedangkan menjadi pilihan Allah adalah merupakan puncak -pencapaian tertinggi- seluruh upaya penghambaan diri kita.  Segala puji bagi Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Maka dengan demikian, kesulitan, kesukaran, kesedihan, perasaan tertelikung, terpaksa dalam agama islam, semua itu menjadi nihil. “

Allah tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan
Kamu yang dimaksud disini adalah seorang Muslim yang tulus ikhlas. Orang itu “mengenal” Allah dengan sebenar-benarnya. Oleh karenanya :

  1. Dia menjaga imannya atas hawa nafsu dirinya sendiri. [Al-Jatsiyah 45: 23] dan tidak akan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui[Al-Jatsiyah 45: 18]
  2. Dia menjadikan dirinya sebagai teman yang setia (bergabung, berkumpul, berjama’ah) kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang menjaga imannya. [At-Taubah 9:16]
  3. Dia tinggalkan lingkungan masyarakat yang menjadikan agama sebagai olok-olok, melecehkan Allah, merendahkan Rasul dan mempermainkan syari’at. [An-Nisa’ 4:140, Al-An’am 6:68, 70]
  4. Diia berjihad dengan jihad yang sebenarnya. [Al-Hajj 22:78]
  5. Dia ikhlas dan ridho dengan kuasa Allah atas diri-Nya, sampai-sampai ada ungkapan “Andaikan  Allah memasukkan diriku kedalam neraka dan Allah ridho, maka dengan senang hati aku terima karena mengharap ridho-Nya”